Friday, January 17, 2014

Biografi Tokoh Idola

BIOGRAFI TOKOH

Mimpi yang Tak Diimpikan

Menjadi seorang yang istimewa sungguhlah sangat didambakan oleh setiap insan manusia. Tidak lagi kesedihan meliputi kehidupan, tidak lagi kehampaan hati, semua terisi dan terasa penuh perhatian dikalau menjadi seorang yang istimewa. Begitu pula dengan wanita ini, dunianya berubah kala ia menjadi seorang yang didambakan oleh setiap orang, ialah Puji Rahayu, atau yang kerap dipanggil Dayu.

Puji Rahayu atau yang biasa dipanggil Dayu ini dilahirkan di Serang Banten pada tanggal 10 November 1972. Anak ketiga dari pasangan Hj. M. Tachdi dan Eti Suhaeti ini memiliki dua orang kakak perempuan dan satu adik perempuan. Kakak pertamanya bernama Erna Liswaty dan kakak keduanya adalah Nining Wahyuningsih. Sedangkan adiknya bernama Liza Linda Wati. Mereka semua sudah berkeluarga dan menetap di Serang Banten.

Dayu telah memiliki suami asal Jogjakarta bernama Hanan Sureksa. Mereka dianugerahi 4 orang anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Anak pertama bernama Raffly Brianta Dehan yang telah bekerja kedinasan pelabuhan di Banyuwangi, Jawa Timur. Anak kedua bernama Adia Tyas Pundentyana yang sedang melanjutkan sekolahnya diperguruan tinggi Bhayangkara Jakarta. Anak ketiganya bernama Ayesha Putri Amelia yang masih menuntut ilmu di jenjang menengah atas di SMA favorit di daerah Bekasi. Dan yang terakhir adalah Azril Mahardhika Wijaya bersekolah di sekolah menengah pertama di Bekasi. 

Wanita yang pernah bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Bhayangkari 01 ini sangatlah pandai dalam semua permainan olahraga. Mulai dari lari, basket, dan juga voli. Namun beliau sangatlah mahir dalam permainan bola voli. Pada saat beliau duduk di kelas 4, ia sudah mulai aktif memainkan voli untuk tingkat sekolah dasar. Menginjak sekolah menengah pertama, Dayu yang bersekolah di SMPN 04 Serang mulai memperlihatkan keeksistensiannya di bidang voli ini. Ia mulai bermain ditingkat kampung lingkungan rumahnya, Asem Gede. Ia juga berharap suatu saat nanti ia dapat menjadi bagian penting dari tim inti suatu organisasi pervolian Indonesia. Dan pada akhirnya, ia diperkenalkan oleh seorang rekan voli yang berumur jauh lebih tua dibanding umur beliau waktu itu, Lili, namun Dayu biasa memanggilnya Bi Lili. Ia biasa bermain di pemda bersama Bi Lili dan rekan-rekan yang lain. Beliau mulai terbiasa dengan lingkungan dan rekan-rekan volinya. Ia juga tidak merasa canggung kala harus bertanding dengan lawan yang lebih tua darinya demi memenuhi hasrat memainkan permainan voli.

Pada memasuki kelas 2 SMP, disinilah kejayaan seorang Dayu sebagai pemain voli profesional melambung. Seorang siswi SMP yang sangat gila dalam bermain voli mampu menjadi sosok yang diagungkan seantero sekolah dan juga lingkungan Asem Gede, hingga akhirnya ia masuk dalam tim ASISGA atau Asem Gede Siap Siaga. Tim ini adalah tim yang khusus diperuntukkan orang-orang yang selalu siap jika ada panggilan untuk bertanding voli antar kampung. Melalui ASISGA itulah, Dayu direkrut oleh teman dari Bi Lili, yaitu Ibu Momon, humas PERWOSI atau Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia untuk menjadi tim inti dari PERWOSI.

Banyak teman dan kerabat yang tidak suka dengan terpilihnya Dayu sebagai tim inti dari PERWOSI. Mereka hanya mengatakan bahwa Dayu belum pantas masuk organisasi tersebut karena ia masih duduk dibangu SMP. Apalagi sampai masuk kedalam tim inti. Namun, Bi Lili mengajak teman-teman yang mencemooh Dayu ke acara turnamen dimana Dayu menampilkan performa terbaiknya. Dan akhirnya, teman-teman pun sadar mengapa Ibu Momon memilih Dayu sebagai Tim Inti dari PERWOSI.

Cerita lucu pernah terjadi saat ia sedang bertanding didaerah Pandeglang dalam acara Kambing Cup disana. Saat itu, tim klub Dayu memenangkan juara pertama dalam Kambing Cup itu. Suasana gembira tentu saja meliputi seluruh pemain tim klub Dayu. Siang terik itu, tiba-tiba seorang laki-laki yang sudah cukup tua datang menghampiri Dayu. Sebut saja namanya Haji Dullah, ia datang dan kemudian berkata bahwa ia ingin menjadikan Dayu seorang istri. Tidak tanggung-tanggung, Haji Dullah ingin menjadikannya istri kelima. Seketika Dayu langsung berlari kearah orangtuanya dan tidak mau bertemu dengan Haji Dullah itu. Secara lembut Pak Tachdi menolak pinangan secara mengejutkan itu kepada Haji Dullah dengan berlapang hati, Haji Dullah pun merelakan pujaan hatinya tidak dapat menerima pinangannya.

Selain aktif dibidang voli, beliau juga aktif menjadi penyiar radio di RRI Sturada Serang. Berkat kenalannya dengan rekan-rekan dari pemda, Dayu mulai mencoba menjajaki bidang barunya itu. Semua berawal dari dibawanya Dayu ke studio RRI Sturada oleh Bi Lili, dan mulailah perkenalan dimulai. Ia mulai berkenalan dengan beragam karakter didalam keluarga Bi Lili. Keponakan dan juga Pak Abdul Aziz selaku pimpinan RRI Sturada pada masa itu. Waktu itu juga banyak teman-teman dari Dayu yang mengetahui bahwa ia dibawa ke studio RRI Sturada dan banyak dari teman-teman yang menitipkan kertas request-an lagu ke radio tersebut. Selama berminggu-minggu, kertas request-an itu lupa diberikan ke penyiar hingga akhirnya bertumpuk padanya. Pada saat itulah, ia ditawarkan sebagai penyiar tamu yang bertugas sebagai pembaca request lagu. Berawal dari penyiar tamu, jadilah  Dayu sebagai penyiar tetap. Ia tidak menggunakan nama asli, ia menggunakan nama panggilan ‘Puji Lembayung’ dalam setiap siaran radio. Dayu juga menerima bayaran perminggunya yaitu lima belas ribu dalam tiga kali pertemuan dalam seminggu.

Seiring waktu berlalu, tamatlah Dayu dari sekolah menengah pertamanya dan melanjutkan di SMEA 01 Serang. Ia pun mulai memancarkan aura ketenarannya. Ia pun masuk kedalam organisasi OSIS seksi olahraga. Tak sedikit waktu beliau diminta mewakili sekolah untuk mengikuti pertandingan voli diberbagai sekolah. Mulai dari tingkat kelurahan, hingga tingkat daerah Serang.

Pada jenjang inilah, Dayu menemukan seorang pria yang mampu membagi perhatiannya dengan bermain voli yang sekarang menjadi suaminya. Setelah lulus SMEA, Dayu memutuskan untuk menikah dengan Hanan Sureksa.

Sebenarnya, cita-cita Dayu bukanlah menjadi atlet Voli, ia dulu bercita-cita ingin menjadi seorang perawat. Namun cita-citanya itu terhalang karena ia menikah muda pada saat itu. Setelah menikah pun, Dayu mulai mengurangi segala aktifitasnya dibidang voli. Sampai pada akhirnya ia benar-benar vakum dari dunia pervolian.




Hanan Sureksa

jaman nikah hehe

jaman SMP

gaya nih ^_^

jaman nikah nih yee hihi

No comments:

Post a Comment