Goresan Cita dan Cinta
Bisa dibayangkan, berapa banyak airmata dan candaan
yang terbuang selama 17 tahun ini? Tentu banyak bukan? Bahkan diumur yang sudah
menginjak remaja kini, saya masih menitikkan airmata yang kesekian kalinya
untuk si pengisi hati. Saya seorang siswi yang mencoba menjadikan hidup lebih
berwarna, Ayesha Putri Amelia.
Dilahirkan 17 tahun yang lalu pada tanggal 13 Januari,
merupakan anak ketiga dari pasangan Puji Rahayu dan Hanan Sureksa. Saya juga
seorang adik yang manja dari Raffly Brianta Dehan dan juga Adia Tyas
Pundentyana, namun merupakan kakak yang galak dari Azril Mahardhika Wijaya.
Ayesha Putri Amelia. Ayesha dalam bahasa India
berarti ‘kecantikan’, Putri berarti ‘anak raja’, sedangkan Amelia berarti
‘diamalkan’. Jadi nama saya memiliki makna ‘kecantikan seorang Putri yang
diamalkan’. Saya biasa dipanggil Ayesha, tak jarang pula dipanggil Yesha. Namun
sejauh ini, panggilan terunik yang pernah saya terima adalah Yeshang atau Yesha
Sayang.
Saya memiliki
banyak teman, namun harus saya akui, saya bukanlah seseorang yang pandai
bersosialisasi meskipun saya masuk ke dalam kelas sosial. Banyak orang yang
menganggap bahwa saya adalah orang yang sombong karena tidak mau memulai
pembicaraan terlebih dahulu, bahkan banyak juga yang menganggap saya adalah
orang yang jutek dan galak.
Hobi saya adalah menonton film. Saya menyukai film
yang bergenre horor dan sesekali
bergenre romance. Menonton film horor
mungkin menjadi hal aneh bagi kebanyakan orang, apalagi saya seorang wanita.
Namun menonton film horor merupakan salah satu cara untuk menghilangkan
kepenatan. Saya juga menyukai hal-hal yang berbau kpop. Saya merupakan orang yang mudah terpengaruh oleh orang lain,
hingga saat teman saya menyuguhkan berbagai video kpop, saya pun terhasut dan menyukai dunia per-kpop-an hingga saat ini.
Cita-cita yang ingin saya raih adalah menjadi
seorang dosen Sastra Bahasa Indonesia. Mengapa menjadi dosen sastra? Saya ingin
pergi ke Korea Selatan dan mengajarkan bahasa Indonesia disana. Dan mungkin
saja saya menemukan seorang jodoh berwarganegaraan asal Korea Selatan. Itu
masih menjadi prioritas utama jika benar-benar suatu saat nanti saya menjadi
dosen Sastra Indonesia.
Saat kelas 4 SD di SDN Wanasari 06, saya pernah
mengikuti lomba CaLisTung atau membaca menulis berhitung. Saya mendapat juara 2
dalam lomba menulis sinopsis cerita. Namun pada saat ditingkat kabupaten saya
harus berada diposisi 3 karena keterlambatan hadir pada saat itu. Hal ini
terjadi kareana saat itu sekolah saya dan tempat lomba sangat jauh dan juga
saat itu hujan sangat lebat.
Pada tingkat SMP, saya yang bersekolah di SMP PGRI
Tambun Selatan pun pernah mengikuti lomba tahunan Language Collaboration atau bulan bahasa tingkat sekolah. Pada
kelas 1 SMP saya mengikuti lomba Spech namun
gagal merebut juara satu saat itu. Dan pada kelas 2, saya mengikuti lomba
musikalisasi puisi, walaupun hanya membawa juara 2, namun saya dan teman-teman
merasa senang saat itu.
Namun, semenjak saya masuk rumah sakit pada kelas 2
SMP, orangtua saya sangat overprotectiv
dengan semua kegiatan yang saya jalani. Saat itu saya terpaksa mengurangi semua
aktivitas saya. Mulai dari organisasi OSIS, Pramuka, dan lomba-lomba yang
banyak mengeluarkan tenaga.
Keoverprotectivan
orangtua saya pun berlanjut hingga jenjang SMA ini. Sebenarnya, saya tidak
berniat untuk masuk kedalam SMAN 2 Tambun Selatan ini karena saya tidak begitu
suka dengan belajar. Saya ingin masuk kesekolah Telkom, namun orangtua tidak
mengijinkan karena itu terlalu jauh. Saya tidak ingin mengecewakan orangtua,
akhirnya dengan susah payah saya berhasil menjadi keluarga SMAN 2 Tambun
Selatan ini.
Saya memiliki sebuah kalimat yang masih terngiang
didalam hati saya hingga saat ini. Kalimat ini berasal dari salah seorang teman
saya di SMP yang terpaut 9tahun lebih tua dari saya, namun ini telah menjadi
pacuan hidup agar tidak tersesat diarah yang salah. Tempat dimana engkau
kembali adalah tempat dimana banyak orang yang memikirkanmu.
Karya : Ayesha Putri Amelia
Kelas : XI IPS 2

No comments:
Post a Comment